Kerajaan Daud memberitakan Sabat penyebab keluarnya Undang-Undang Hari Minggu

 

 

 

 

 

Ellen G. White :

 

"Aku tampak bahwa Allah memiliki anak-anak-Nya yang belum melihat dan menyucikan Sabat. Mereka tidak menolak terang yang menyinarinya. Maka pada p e r m u l a a n dari  m a s a  k e s u -     s a h a n itu, kita dipenuhi dengan Rohulkudus sambil keluar memberitakan Sabat dengan lebih sempurna lagi. Ini menimbulkan amarah Gereja-Gereja dan orang-orang penunggu kedatangan Jesus dari faham yang lama, karena mereka tidak dapat menolak kebenaran Sabat. "

                           -- Life Sketches, p. 101 --

 

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

 

 

 

P

erlu sekali diketahui, bahwa kerajaan Daud itu akan pertama sekali berdiri di Palestina dalam tahun 2027 yang akan datang dengan 144.000 umat kesucian sebagai warganya yang pertama. Mereka itulah yang merupakan buah-buah pertama dari hasil penuaian pertama di dalam Sidang Jemaat Laodikea. Mereka akan pertama sekali memperoleh curahan ROH SUCI HUJAN AKHIR yang akan datang sebelum memulai tugasnya, memberitakan Injil Kerajaan ke seluruh bumi, dalam rangka menuai buah-buah kedua umat Allah yang akan diselamatkan dari bumi, sebelum masa kasihan berakhir di dalam kaabah kesucian sorga, dan sebelum kedatangan Jesus yang kedua kali.

 

Dengan kuasa ROH SUCI mereka akan keluar memberitakan pekabaran malaikat yang ketiga berikut hukum Sabat itu dengan lebih sempurna lagi. Dan inilah yang membawa pengaruh yang sangat luas di seluruh bumi, yang dimulai dari bumi Amerika Serikat sendiri sebagai Pusat dari Pekabaran malaikat yang ketiga itu. Beribu-ribu orang akan mematuhi Sabat Tuhan Allah dan berhenti bekerja pada hari Sabat. Dan inilah yang akan berakibat luas di dalam dunia kehidupan social, ekonomi dan politik, yang bukan saja di Amerika Serikat, melainkan bahkan di seluruh bumi. Akibatnya, maka semua negara di bumi sudah akan bangun bertindak untuk menanggulanginya secara bersama-sama. 

 

Demikian itulah, maka Hukum Hari Minggu yang akan datang tak dapat tiada akan mulai dirancang di Amerika Serikat, bahkan mungkin sekali dimulai di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang kini bermarkas besarnya di kota New York, USA. Ini hendaknya dipahami, sebab Hukum Amerika tidak berlaku di negara lainnya, terkecuali di Amerika saja.

 

Munculnya Hukum Hari Minggu itu yang akan datang akan merupakan permulaan masa kesusahan besar bagi semua umat manusia yang mau bertobat mematuhi Sabat dan pekabaran malaikat yang ketiga, yang diberitakan oleh mereka 144.000 umat kesucian Allah itu. Sementara mereka 144.000 itu sendiri sudah tidak lagi dapat ditundukkan, sebab mereka sudah suci, dan sudah dipenuhi Kuasa Besar dari Roh Allah.

 

 

Masa kesusahan besar dari Wahyu 12 : 17

 

"Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

"Para petinggi Gereja dan Negara akan bergabung untuk menyogok, membujuk, atau memaksa semua kelas orang-orang untuk menghormati Hari Minggu. Tidak adanya kuasa Ilahi akan diganti dengan tindakan-tindakan penindasan. Penyelewengan politik sedang membinasakan kasih dan keadilan dan hormat terhadap kebenaran. Bahkan juga di Amerika yang merdeka, para penguasa Pemerintah dan wakil-wakil rakyat, untuk mendapatkan restu masyarakat umum, mereka lalu tunduk kepada desakan umum untuk mendapatkan suatu peraturan hukum bagi pemaksaan kepatuhan kepada hari Minggu. Kebebasan berpikir, yang telah menyebabkan pengorbanan begitu besar tidak akan lagi dihargai. Dalam pertikaian yang akan segera datang itu kita akan menyaksikan ucapan kata-kata nabi itu dalam kenyataannya : "Naga itu marah besar akan perempuan itu, lalu pergi memerangi mereka yang tersisa daripada benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan perintah-perintah Allah, dan memiliki Kesaksian Jesus Kristus.Wahyu 12 : 17." - The Great Controversy, p. 592.

 

Masa kesusahan besar yang disebut di atas adalah bukan dimaksud kepada masa kesusahan Jakub dari Daniel 12 : 1. Kesusahan Jakub itu berasal dari saudaranya sendiri, Esau, di dalam sidang jemaat Laodikea yang sama. Contoh saingannya di akhir zaman akan dialami oleh mereka 144.000 anak-anak keturunan Jakub itu, yang sudah berubah namanya menjadi Israel-Israel akhir zaman.

 

Demikian itulah mereka 144.000 anak-anak keturunan Jakub itu akan menghadapi suatu kesusahan besar yang akan datang dari anak-anak keturunan Esau, sudara-saudara mereka sendiri dari sidang jemaat yang sama. Oleh sebab itu, sebagaimana halnya Jakub telah menang lalu memperoleh namanya yang baru : "Israel", maka mereka 144.000 Israel akhir zaman itupun akan menang lalu memperoleh sebuah namanya yang baru yang akan diucapkan sendiri oleh Tuhan Allah. Nabi Jesaya menubuatkannya sebagai berikut :

 

"Karena sebab Sion Aku tidak akan berdiam diri, dan karena sebab Jerusalem Aku tidak akan beristirahat, sampai kebenarannya kelak memancar dengan cerahnya dan keselamatannya bagaikan sebuah pelita yang menyala. Maka orang kapir akan menyaksikan kebenaranmu, dan semua raja akan kemuliaanmu : maka kamu akan dipanggil dengan sebuah "n a m a  b a r u", yang akan diucapkan sendiri oleh Tuhan." - Jesaya 62 : 1, 2.

 

Tetapi masa kesusahan yang dinubuatkan pada Wahyu 12 : 17 di atas dimulai setelah Rohulkudus dituangkan ke bumi, artinya, sesudah kerajaan Daud yang terbentuk dari mereka 144.000 itu mulai memberitakan Injil Kerajaan kepada dunia dengan kuasa besar dari Roh Suci Hujan Akhir.

 

Jadi ringkasnya hendaklah dimengerti sebagai berikut :

 

  1. Sasaran dari masa kesusahan Jakub yang akan datang ialah buah-buah pertama dari hasil penuaian di dalam sidang jemaat Laodikea, yaitu mereka 144.000 umat pilihan yang akan datang. Ini adalah contoh saingan dari masa kesusahan Jakub sewaktu ia dikejar-kejar hendak dibunuh oleh Esau saudaranya sebelum namanya berubah menjadi Israel.
  2. Sasaran dari masa kesusahan besar dari Wahyu 12 : 17 yang akan datang ialah buah-buah kedua hasil penuaian dari seluruh bumi di luar sidang jemaat Laodikea yang akan datang. Ini adalah contoh saingan dari masa kesusahan besar 1260 tahun di bawah dominasi kekuasaan Romawi Katholik yang lalu yang telah diramalkan oleh Jesus sendiri di dalam Injil Matius 24 : 21, 22, 29. Dan masa kesusahan besar itu juga yang telah dinubuatkan oleh nabi Daniel di dalam Daniel 7 : 8 dengan seekor binatang tak tergambarkan sebagai berikut :

 

"Sementara aku mengamati tanduk-tanduk itu, maka bahwasanya muncullah sebuah tanduk kecil di tengah-tengah tanduk-tanduk itu, olehnya juga tiga dari tanduk-tanduk yang pertama itu tercabut sampai dengan akar-akarnya; maka bahwasanya pada tanduk yang satu ini terdapat mata seperti mata manusia dan sebuah mulut yang mengucapkan perkara-perkara besar." - Daniel 7 : 8.

 

 

 

Dan sebagai pelengkap dari buku Daniel, maka Yahya Pewahyu juga meramalkannya dengan seekor binatang lainnya di dalam Wahyu pasal 13, sewaktu sebelum salah satu dari kepala-kepalanya itu terluka parah.

 

 

 

Saudara-saudara yang pernah mempelajari sejarah dunia dalam lambang binatang-binatang, sebagaimana yang dinubuatkan di dalam Daniel pasal 7, Wahyu pasal 13, dan pasal 17, kiranya sudah dapat memahami, bahwa :

  1. Masing-masing binatang itu melambangkan periode sejarah dunia dan bangsa-bangsa yang hidup di dalam masa periode sejarah yang bersangkutan.
  2. Kepala dari binatang-binatang nubuatan Wahyu pasal 13 dan Wahyu pasal 17 itu melambangkan para penguasa dari Gereja-Gereja yang ada di zaman binatang-binatang itu.
  3. Tanduk melambangkan penguasa sipil atau
  4. Mahkota melambangkan kedaulatan Negara atau kekuasaan Raja (Kingly authority).
  5. Angka bilangan "7" melambangkan "lengkap".
  6. Angka bilangan"10" melambangkan keseluruhan yang universal.

Kembali kepada binatang yang tak tergambarkan dari Daniel 7 : 8. Binatang itu melambangkan masa periode sejarah dunia di bawah dominasi kekuasaan dari penguasa Gereja Romawi Katholik semenjak dari tahun 538 sampai tahun 1798. Karena begitu besar dominasi kekuasaannya, maka tanduk-tanduk pada kepala binatang itu yang melambangkan para penguasa sipil dari negara-negara di zaman itu tampak tidak bermahkota. Itulah sebabnya, maka sekalipun begitu banyak aniaya dan pembunuhan terhadap umat Kristen yang mempertahankan iman mereka, ternyata tidak ada satupun perkara-perkara dari mereka itu dihadapkan ke pengadilan.

 

Tetapi sebaliknya, setelah sampai kepada binatang dari Wahyu pasal 13, maka tampak di sana salah satu kepalanya itu terluka parah, lalu seluruh tanduk-tanduk itu tampak bermahkota. Apakah artinya ini ? Sejarah dari binatang ini menunjukkan, bahwa setelah kekuasaan dari Gereja Romawi Katholik dilumpuhkan oleh Marthin Luther dengan kelengkapan kebenaran reformasinya, maka semenjak dari itu juga para penguasa sipil negara-negara mulai menerima kembali kedaulatan mereka. Jadi jelaslah, bahwa binatang dari Wahyu pasal 13 itu juga s e- b e l u m salah satu kepalanya terluka parah, ia juga melambangkan masa kesusahan besar itu dalam sejarah yang lalu.

 

Karena masa kesusahan besar yang lalu itu telah dilambangkan oleh binatang dari Wahyu pasal 13 di atas, maka masa kesusahan besar contoh saingannya yang akan datang tak dapat tiada akan juga dilambangkan oleh seekor binatang serupa, yaitu p a t u n g dari binatang Wahyu pasal 13 itu juga s e b e l u m salah satu kepalanya terluka parah. Oleh sebab itu, maka patung dari binatang Wahyu pasal 13 itulah yang dimaksud dengan binatang dari nubuatan Wahyu pasal 17.

      

                       D u n i a  d i  w a k t u   i n i

 

D u n i a di waktu ini sedang menggenapi lambangnya pada binatang nubuatan Wahyu pasal 13 s e s u d a h luka parah pada salah satu kepalanya itu sembuh kembali. Sementara itu salah satu bagian dunia ini, khususnya bumi Amerika Serikat semenjak dari berdirinya bangsa itu dalam tahun 1776 yang lalu, juga sedang menggenapi nubuatannya pada waktu ini, yang telah dilambangkan oleh seekor binatang bertanduk dua pada Wahyu 13 : 11.

 

Adanya luka parah pada salah satu kepala binatang Wahyu pasal 13 yang melambangkan penguasa Gereja Romawi Katholik itu, karena keberhasilan dari reformasi Luther. Ia pernah mengatakan :

 

"Saya akan mnghotbahkan, membicarakan dan menulis, tetapi saya tidak akan memaksakan kepada siapapun karena iman adalah suatu perbuatan sukarela. Lihatlah apa yang sudah ku lakukan ..... Saya kemukakan firman Allah; saya berhotbah dan menulis ..... semua ini saya lakukan. Dan walaupun selagi saya tidur, ..... perkataan yang sudah saya hotbahkan itulah yang meruntuhkan kuasa kepausan, sehingga bukan putera mahkota ataupun kaizar yang telah melakukan pukulan yang besar itu. Tetapi pun tidak ku lakukan apa-apa; perkataan itu yang telah melakukannya." - The Great Controversy, p. 190.

 

Firman Allah sebagai pedang yang bermata dua telah melukai penguasa Gereja Romawi Katholik yang dilambangkan oleh salah satu kepala dari binatang itu. Sekiranya Gereja kita masih dapat meneruskan missinya kepada dunia dengan benar sampai kepada hari ini, maka luka parahnya itu tentunya tidak mungkin sembuh. Tetapi ternyata sudah sembuh. Ini membuktikan dengan jelas, bahwa karena penolakan ORGANISASI General Conference of SDA melawan setiap terang baru yang ditawarkan kepadanya semenjak dari tahun 1929 yang lalu, maka mereka tidak lagi memperoleh restu dari Tuhan Allah untuk menyelesaikan pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa ke seluruh bumi. Demikian itulah, maka semenjak dari tahun 1929 itu juga sembuhlah luka para itu. Dan ini ditandai oleh kenyataan, bahwa pada tanggal 11 Pebruari 1929 Vatikan telah memperoleh kemerdekaannya dari Italia.

 

Semenjak dari tahun 1929 itu juga, setelah ORGANISASI jatuh dalam dosa melawan Roh Suci, maka genaplah kata-kata nubuatan Jesaya 4 : 1 berikut ini : "Maka pada masa itu tujuh orang perempuan akan berpegang pada seorang laki-laki sambil mengatakan : Kami akan makan roti kami sendiri, dan memakaikan pakaian kami sendiri ; hanya perkenankanlah kami dipanggil dengan namamu, untuk membuang semua kecelaan kami."

 

Tujuh orang perempuan itu dimaksudkan kepada Gereja-Gereja Kristen selengkapnya (termasuk Gereja MAHK) yang dilambangkan oleh tujuh kepala pada binatang nubuatan Wahyu pasal 13 di atas. Adanya selendang "hojat " (durhaka) yang melingkari tujuh kepala dari binatang Wahyu pasal 13 itu memperlihatkan bahwa keseluruhan Gereja-Gereja Kristen semenjak dari tahun 1929 yang lalu telah mendurhaka melawan Allah. Mereka semuanya berpegang pada Kristus hanya untuk menyandang nama-Nya saja sebagai Gereja Kristen, tetapi semua doktrin dan kelengkapan kebenarannya diciptakannya sendiri.

 

Dalam kondisi kerohanian seperti di atas seruan reformasi yang telah dipelopori oleh Luther itu tidak mungkin lagi dapat diserukan di luar. Seruan reformasi itu harus kembali dimulai di dalam Gereja MAHK sendiri. Baharu kemudian dilanjutkan keluar dengan kemampuan yang lebih besar daripada sebelumnya.

 

                 Bagian dunia dari binatang bertanduk dua itu

                                      (Amerika Serikat)

 

Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

"Bangsa yang manakah dari Dunia Baru (New World) yang dalam tahun 1798 bangkit berkuasa, memberikan harapan kekuatan dan kebesaran serta menarik perhatian dunia ? ..... Satu bangsa, dan hanya satu yang menemui ketentuan-ketentuan dari nubuatan ini; maka itu pasti menunjuk kepada Amerika Serikat ...

 

"Dan ia memiliki dua tanduk seperti tanduk anak domba. Tanduk-tanduk yang seperti tanduk anak domba itu menunjukkan keadaan masa muda, tak berdosa serta baik hati; cocok sekali untuk menunjuk kepada sifat dari Amerika Serikat sewaktu diperlihatkan kepada nabi itu pada saat munculnya dalam tahun 1798.

 

"Tetapi binatang yang bertanduk seperti tanduk anak domba itu bertutur seperti naga. Dan ia melakukan semua kuasa binatang yang pertama yang mendahuluinya, maka dunia ini berikut semua yang diam di dalamnya disuruhnya menyembah binatang yang pertama itu, yang sudah sembuh luka parahnya itu; ...... Maka ia menyuruh seluruh dunia membuat patung bagi binatang yang sudah kena luka pedang tetapi hidup."Wahyu 13 : 11 - 14." - The Great Controversy, pp. 440, 441, 442.

 

Berbeda daripada "sepuluh tanduk" yang melambangkan penguasa-penguasa sipil secara universal (seluruh dunia), maka dua tanduk pada binatang di atas melambangkan dua penguasa sipil yang mendiami hanya bagian tertentu dari dunia ini, yaitu Amerika Serikat. Kedua tanduk itu melambangkan dua partai politik yang berkuasa di Amerika Serikat.

 

Amerika Serikat sampai kepada hari ini masih tetap dikenal sebagai sebuah negara Kristen Protestan yang penuh toleransi. Tetapi bagaimanapun juga telah dinubuatkan di atas, bahwa ia kelak akan berbicara seperti n a g a. Dan ia akan melakukan berbagai penindasan atas umat Allah, dan mengulangi kembali masa kesusahan besar yang lalu. Hamba Tuhan Nyonya White selanjutnya mengatakan :

 

"Binatang yang disebut dalam pekabaran ini yang penyembahannya dipaksakan oleh binatang yang bertanduk dua itu, ialah binatang yang pertama atau binatang yang menyerupai harimau kumbang dari Wahyu 13, yaitu kepausan. P a t u n g untuk binatang itu menunjukkan bentuk Protestantisme murtad yang akan berkembang apabila Gereja-Gereja Protestan kelak mencari bantuan kekuatan sipil untuk memaksakan dogma-dogma mereka." - The Great Controversy, p. 445.

 

Jadi, jika binatang dari Wahyu pasal 13 itu melambangkan dunia dalam masa kesusahan besar yang lalu di bawah dominasi kekuasaan Gereja Romawi Katholik, maka p a t u n g n y a yang akan datang akan melambangkan masa kesusahan besar di bawah dominasi kekuasaan Gereja-Gereja Protestan murtad. Gereja-Gereja itulah yang akan memperoleh bantuan kekuatan sipil dari Amerika Serikat untuk memaksakan semua keputusan mereka. Kita selanjutnya beralih kepada binatang merah kirmizi dari Wahyu pasal 17.

 

Masa kesusahan besaritu dilambangkan oleh binatang merah kirmizi dari Wahyu pasal 17

 

Binatang merah kirmizi dari nubuatan Wahyu pasal 17 ini pada dasarnya adalah patung dari binatang nubuatan Wahyu pasal 13 itu saja. Dengan demikian, maka perempuan sundal besar itu tak dapat tiada melambangkan Gereja-Gereja Protestan murtad itu. Kita sebaiknya mengikuti dahulu nubuatan Wahyu pasal 17 itu selengkapnya di dalam Alkitab baharu mengamati dengan saksama gambar nubuatannya di bawah ini ;

 

 

 

"Perempuan" dalam bahasa nubuatan melambangkan Gereja. Perempuan yang baik melambangkan Gereja Tuhan Allah. Perempuan inilah yang dapat diikuti ceriteranya di dalam nubuatan Wahyu pasal 12. Sebaliknya perempuan-perempuan yang cemar melambangkan Gereja-Gereja Kristen yang sudah jatuh dalam "kegelapan sebagian" semenjak dari zaman Luther yang lalu. Mareka itulah juga yang disebut di dalam Wahyu 14 : 4.

 

Tetapi perihal perempuan sundal besar dari nubuatan Wahyu pasal 17 di atas, ia memiliki beberapa identitasnya yang cukup unik, yaitu :

 

  1. "...di dahinya ada tertulis suatu nama, yaitu RAHASIA, BABIL YANG BESAR, IBU SEGALA SUNDAL DAN SEGALA HARAM YANG DI BUMI." - Wahyu 17 : 5.
  2. Dengan dia semua raja di bumi telah bersundal, dan semua i s i duniapun mabuk dengan air anggur persundalannya. Wahyu 17 : 2.
  3. Perempuan itu ialah negeri yang besar, yang memerintah atas raja-raja di bumi. Wahyu 17 : 18.
  4. Dan di dalam dia (And i n h e r) didapati darah segala nabi dan orang suci, dan darah segala orang yang dibunuh di bumi. Wahyu 18 : 24, Wahyu 17 : 6.
  5. Perempuan itu terlihat duduk di beberapa tempat : Pertama di atas a i r. "Segala a i r ... di tempat perempuan sundal itu duduk, ialah orang-orang, dan rombongan besar orang banyak, dan bangsa-bangsa, dan bahasa-bahasa." Wahyu 7 : 15. Kedua, di atas tujuh kepala binatang merah kirmizi itu. "Adapun tujuh kepala itulah tujuh buah gunung tempat perempuan itu duduk." Wahyu 17 : 9. Ketiga, di atas punggung binatang itu. Kepada Yahya telah diperlihatkan perempuan sundal besar itu duduk pada binatang merah kirmizi itu sewaktu akan dibinasakan. Katanya : "Maka ia membawaku dalam roh ke padang belantara, lalu aku tampak seorang perempuan duduk di atas seekor binatang merah kirmizi." Wahyu 17 : 3.

 

Ternyata perempuan sundal besar itu sudah ada di zaman Kain dan Habil, karena dialah yang telah mengendalikan Kain membunuh adiknya Habil dalam sejarah yang lalu. Dialah yang telah menguasai orang-orang di zaman Nuh untuk mendurhaka kepada Tuhan, sehingga semua mereka itu telah habis dibinasakan dalam bencana air bah yang lalu, sedangkan dia sendiri tidak ikut dibinasakan. Dialah yang telah mengendalikan berbagai penindasan atas umat Kristen selama zaman kegelapan agama yang lalu. Dengan dialah raja-raja di Eropah telah bersundal, kemudian seluruh i s i dunia menjadi mabuk dengan air anggur persundalannya itu. Dialah yang sedang memerintah atas raja-raja itu sampai kepada hari ini. Namanya yang paling dikenal di antara kita umat MAHK sampai kepada hari ini adalah "BABIL, NEGERI YANG BESAR ITU."

 

Melalui pekabaran malaikat yang kedua dari Wahyu 14 : 8, yang sejarahnya digenapi dalam tahun 1844, nama "BABIL" itu telah diaplikasikan kepada "dunia Protestan", yaitu semua Gereja Kristen yang ada pada waktu itu, yang telah jatuh dalam "kegelapan sebagian", terkecuali Gereja MAHK. Dengan demikian, maka selama ini semenjak dari tahun 1844 yang lalu, semenjak dari nubuatan Wahyu 3 : 14 dan seterusnya itu digenapi di antara kita, maka sebagai umat Allah kita dikenal dengan nama nubuatan, "Sidang Jemaat Laodikea" di satu pihak dan Gereja-Gereja Kristen lainnya itu dikenal dengan nama nubuatannya, "Kristen Babil" di lain pihak. Untuk inilah hamba Tuhan memperingatkan dengan tegas :

 

"Orang-orang yang menyatakan bahwa gereja-gereja MAHK membentuk BABIL, atau sesuatu bagian dari BABIL, sebaiknya tinggal saja di rumah. Hendaklah mereka itu berhenti lalu mempertimbangkan a p a sebenarnya pekabaran itu yang harus diberitakan pada zaman ini." - Testimonies to Ministers, p. 37.

 

"Apabila seseorang bangkit, baik dari antara kita ataupun dari luar, yang membawakan sesuatu pekabaran yang menyatakan bahwa umat Allah adalah termasuk di dalam BABIL, lalu mengatakan bahwa seruan keras ialah sebuah pekabaran untuk memanggil mereka keluar daripadanya, dapatlah diketahui olehmu bahwa iaitu tidak membawa pekabaran kebenaran. Jangan menyambutnya, dan juga jangan mengucapkan selamat baginya karena Allah tidak berbicara melaluinya. Allah juga tidak memberikan pekabaran apapun kepadanya, tetapi ia telah berlari sebelum diutus." - Sda., p. 41.

 

Sidang Jemaat Laodikea atau Gereja MAHK tidak akan pernah tergolong pada Babil, negeri besar yang sudah roboh itu. Sekalipun malaikat sidang jemaatnya sudah diludahkan Kristus dari dalam mulut-Nya semenjak dari tahun 1935 yang lalu, namun Perempuan Sudal besar itu tidak akan pernah berhasil menguasainya di bumi ini. Sebab apa ? Karena Tuhan Allah sendiri akan membersihkan sidang-Nya menggenapi nubuatan Jehezkiel pasal 9 yang akan datang, m e n d a -   h u l u i perempuan itu duduk di atas tujuh kepala dari binatang merah kirmizi itu.

 

Oleh sebab itu, maka hendaklah dimengerti dan diyakini, bahwa malaikat sidang jemaat Laodikea berikut semua pengikut setianya yang ada sekarang sudah akan terlebih dulu dihapuskan dari peta sejarah dunia, b a h a r u muncul perempuan sundal besar yang melambangkan masa kesusahan besar yang akan datang itu, berhasil menguasai semua Gereja-Gereja di muka bumi ini.

 

 

 

Perempuan sundal besar itu

 

duduk di atas tujuh kepala binatang

 

(Terbentuknya federasi Gereja-Gereja sedunia)

 

 

 

Permulaan masa kesusahan besar yang akan datang, bukan saja ditandai oleh keluarnya Undang-Undang Hari Minggu, melainkan juga oleh terbentuknya sebuah federasi Gereja-Gereja sedunia, yang akan dipelopori oleh orang-orang Protestan Amerika Serikat. Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

"Umat Protestan Amerika Serikat akan memimpin dalam mengulurkan tangan melintasi jurang pemisah untuk menggenggam tangan dari Spiritisme; mereka akan menjangkau lewat lobang yang dalam untuk berjabatan tangan dengan kekuasaan Romawi; lalu di bawah pengaruh dari persekutuan tiga pihak ini, Negara ini akan mengikuti jejak Romawi dalam menginjak-injak hak-hak azasi berpikir manusia." - The Great Controversy, p. 588.

 

Siapakah mereka yang disebut "Spiritisme" itu ? Hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut :

 

"Melalui dua kesalahan besar, yaitu jiwa yang tidak mati (the immortality of the soul) dan kesucian hari Minggu, Setan akan menjerat manusia ke dalam penipuannya. Sementara jiwa yang tidak mati itu meletakkan landasan bagi Spiritisme, maka kesucian hari Minggu menciptakan suatu ikatan simpati dengan Romawi. ........

 

"Sementara Spiritisme semakin dekat meniru Kekristenan yang dangkal pada waktu ini, maka ia memiliki kuasa yang lebih besar untuk menipu dan menjerat. Setan sendiri akan berubah mengikuti berbagai cara-cara modern. Ia akan muncul dalam tabiat dari seorang malaikat terang. Melalui spiritisme berbagai mujizat akan dibuat, orang sakit akan disembuhkan, dan banyak lagi mujizat yang tak dapat dibantah akan diperlihatkan. Dan karena roh-roh itu mengaku percaya pada Alkitab, dan menyatakan hormat kepada berbagai lembaga Gereja, maka perbuatan mereka akan disambut sebagai suatu manifestasi dari kuasa ilahi."

 

"Garis perbedaan di antara orang-orang yang mengakui dirinya Kristen dan orang-orang yang tidak beragama pada saat ini sukar sekali dibedakan. Anggota-anggota Gereja mengasihi apa yang dikasihi oleh dunia, lalu Setan memutuskan untuk menggabungkan mereka itu ke dalam suatu badan, dengan demikian memantapkan pekerjaannya oleh memasukkan semua mereka ke dalam barisan-barisan spiritisme. Para pengikut Paus yang membanggakan mujizat-mujizat sebagai pertanda yang pasti akan Gereja yang benar, akan cepat sekali tertipu oleh kuasa yang membuat mujizat ini; dan orang-orang Protestan, karena telah membuang perisai kebenarannya, mereka juga akan disesatkan. "The Great Controversy , p. 588.

 

Jelaslah dimengerti, bahwa mereka yang pada waktu ini mengakui dirinya Kristen, sambil terus mempromosikan karunia roh, kuasa lidah, kuasa penyembuhan, berbagai mujizat, jiwa yang tidak mati, dan sebagainya, mereka itulah yang disebut "s p i r i t i s m e" di atas. Gereja-gereja mereka itu banyak sekali jumlahnya di waktu ini.

 

Dengan terbentuknya persekutuan tiga pihak di atas yang terdiri dari umat Protestan Amerika Serikat, Spiritisme, dan Romawi Katholik, maka terbentuklah federasi Gereja-Gereja Sedunia itu sebagaimana yang dilambangkan oleh duduknya perempuan sundal besar itu di atas tujuh kepala dari binatang merah kirmizi itu. Demikianlah masa kesusahan besar itu dimulai.

 

 

 

Kesusahan besar

 

itu dimulai di Amerika Serikat

 

 

 

Hamba Tuhan Nyonya White meramalkannya sebagai berikut :

 

"Apabila Gereja-Gereja yang terkemuka di Amerika Serikat bersatu pada pokok-pokok doktrin yang sama-sama telah dianutnya, mereka akan mempengaruhi n e g a r a untuk memaksakan keputusan-keputusan mereka dan untuk menunjang lembaga-lembaga mereka, maka pada waktu itulah Protestan Amerika sudah akan membangun patung dari pemerintahan Romawi, lalu pengenaan hukum-hukum sipil kepada para pembangkang tak dapat tiada akan dilaksanakan.

 

Binatang yang bertanduk dua itu akan memerintahkan kepada semua, baik kecil ataupun besar, kaya atau miskin, orang merdeka atau terbelenggu untuk menerima suatu tanda pada tangan kanan mereka, atau pada dahi mereka; dan bahwa tidak seorangpun boleh membeli atau menjual, terkecuali dia yang memiliki tanda itu, atau nama dari binatang itu, atau angka bilangan dari namanya." Wahyu 13 : 16, 17. Amaran dari malaikat yang ketiga itu adalah : "Jika seseorang menyembah binatang itu dan patungnya, dan menerima tandanya pada dahinya, atau pada tangannya, ia itu akan minum air anggur murka Allah." .... Patung bagi binatang itu melambangkan bentuk Protestan murtad yang akan berkembang apabila Gereja-Gereja Protestan kelak mencari bantuan kekuasaan sipil untuk memaksakan dogma-dogma mereka." - The Great Controversy, p. 445.

 

Perhatikanlah dengan saksama, bahwa binatang bertanduk dua yang melambangkan Amerika Serikat itu akan memerintahkan kepada s em u a warga negaranya, b u k a n kepada seluruh penduduk bumi, untuk menerima tanda binatang itu, atau namanya, atau angka bilangan dari nama binatang itu.

 

A. Tanda Binatang

 

Apa yang dimaksud dengan tanda binatang itu, kita ikuti penjelasannya dari hamba Tuhan Nyonya White di bawah ini :

 

"Pemeliharaan hari Minggu pada waktu ini b e l u m merupakan  t a n d a dari binatang itu, dan tidak akan menjadi tanda binatang itu sampai kelak keluar keputusan yang akan memaksa orang-orang untuk menyembah patung Sabat ini. Waktu itu akan datang apabila h a r i i -n i (patung Sabat ini) akan menjadi batu ujian, tetapi waktu itu belum lagi datang." - EGW. SDA Bible Commentary, vol. 7 - A, p. 421.

 

"B e l u m ada seorangpun yang telah menerima tanda binatang itu di waktu ini. Masa ujian itu masih belum datang. Ada terdapat orang-orang Kristen yang benar di setiap Gereja, termasuk pula di dalam persekutuan umat Romawi Katholik. Tidak seorangpun dapat dipersalahkan sebelum mereka memperoleh terang itu dan berhasil menyaksikan kewajiban dari perintah yang ke-empat. Tetapi apabila kelak keluar keputusan yang memaksakan kepatuhan kepada Sabat yang palsu itu, dan apabila seruan keras dari malaikat yang ketiga kelak melarang orang-orang menyembah binatang itu berikut patungnya, maka akan terdapat garis pemisah yang jelas di antara yang palsu dan yang benar. Kemudian mereka yang yang masih terus melanggar akan menerima tanda binatang itu." - Evangelism, pp. 234, 235.  

 

Artinya, pemeliharaan hari Minggu itu baharu akan merupakan tanda dari binatang itu apabila telah keluar keputusan dari pemerintah Amerika Serikat, yang akan mewajibkan orang-orang untuk menyembah hari Minggu. Hamba Tuhan selanjutnya mengatakan :

 

"Binatang yang bertanduk dua itu juga akan mengatakan kepada mereka yang diam di bumi agar mereka supaya membuatkan sebuah patung bagi binatang itu, dan lagi akan diperintahkan kepada semua, baik kecil maupun besar, kaya ataupun miskin, orang merdeka ataupun yang terbelenggu, untuk menerima tanda binatang itu. Wahyu 13 : 11 - 16. Telah diperlihatkan bahwa Amerika Serikat adalah kuasa yang dilambangkan oleh binatang yang bertanduk seperti tanduk anak domba itu, dan bahwa nubuatan ini akan digenapi apabila Amerika Serikat kelak memaksakan penyembahan kepada hari Minggu itu, yang oleh Romawi dinyatakan sebagai pengakuan khusus akan kekuasaannya." - The Great Controversy, pp. 578, 579.    

 

B. Namanya dan angka bilangan dari Namanya

 

 

Perihal n a m a dari binatang itu rasul Yahya menubuatkannya sebagai berikut :

 

"Maka aku tampak seekor binatang lain keluar dari bumi, iaitu memiliki dua tanduk yang bagaikan tanduk dari anak domba, tetapi ia berbicara seperti naga. Dan ia memiliki kuasa untuk memberi hidup kepada patung binatang itu agar supaya patung itu kelak berbicara dan menyuruh agar seberapa banyak orang yang tidak mau menyembah patung binatang itu supaya dibunuh. Maka disuruhnya semua orang, baik kecil maupun besar, baik kaya maupun miskin, orang merdeka maupun yang terbelenggu, supaya menerima sesuatu tanda pada tangan kanannya, atau pada dahinya, dan supaya tidak seorangpun dapat berjual beli, terkecuali dia yang memiliki tanda itu, atau nama binatang itu, atau angka bilangan dari namanya.

 

"Di sinilah hikmat pengetahuan. Hendaklah dia yang mengerti menghitung angka bilangan dari binatang itu, karena ia itu adalah angka bilangan dari s e s e o r a n g ; dan angka bilangannya itu adalah enam ratus enam puluh enam (666)." - Wahyu 13 ; 15 - 18.

 

Setiap orang yang berhikmat pengetahuan hendaknya mengerti, bahwa binatang yang dibicarakan di atas ini ialah binatang yang bertanduk dua, yaitu Amerika Serikat. Angka bilangan dari binatang itu adalah angka bilangan dari s e s e o r a n g, yang tak dapat tiada merupakan orang yang mewakili binatang itu. Angka bilangannya adalah "6 6 6", yaitu angka bilangan dari nama orang itu.

 

Sekalipun binatang yang bertanduk dua itu sudah diketahui melambangkan Amerika Serikat, namun n a m a dari "seseorang" yang akan mewakilinya itu belum pernah diketahui sampai kepada hari ini. Karena belum pernah muncul orangnya, maka namanyapun belum dapat diketahui. Demikian inilah, maka angka bilangan "6 6 6" itu belum pernah dapat diaplikasikan kepada seorangpun di Amerika Serikat sampai kepada hari ini. Inilah pula sebabnya mengapa ROH NUBUATAN belum berhasil mengungkapkannya bagi kita sampai   kepada hari ini.

 

Sekalipun demikian, karena nubuatan dari Wahyu pasal 17 itu akan segera digenapi, maka menjelang munculnya binatang merah kirmizi dari Wahyu 17 itu sebentar lagi, penguasa yang berangka bilangan namanya "666" dari Amerika Serikat itupun akan segera dapat diketahui. Amerika Serikat di bawah penguasanya yang berangka bilangan "666" itu juga yang akan segera membangun sebuah patung yang berupa binatang merah kirmizi dari Wahyu pasal 17 itu.

 

Sesudah perempuan sundal yang melambangkan federasi Gereja-Gereja Protestan murtad yang akan datang berhasil menunggangi binatang merah kirmizi dari Wahyu 17 itu, maka semenjak itulah penindas dan pencetus kesusahan besar yang akan datang itu mulai melaksanakan berbagai kekejamannya, bukan saja di Amerika Serikat, melainkan juga di seluruh dunia.

 

 

 

Perempuan Sundal itu

 

menunggangi binatang merah kirmizi

 

 

 

Sesudah perempuan sundal besar itu duduk menunggangi binatang itu, maka rasul Yahya lalu mengatakan :

 

"Maka sepuluh tanduk yang engkau saksikan itu adalah sepuluh orang raja yang belum menerima kerajaan mereka ; tetapi mereka menerima kuasa bagaikan raja-raja s a t u j a m lamanya bersama dengan binatang itu. Sekaliannya ini s e p a k a t, lalu akan menyerahkan kuasa dan kekuatannya kepada binatang itu." - Wahyu 17 : 12, 13.

 

Sepuluh tanduk itu yang melambangkan semua pemerintahan sipil dunia atau negara-negara dalam kesusahan besar yang akan datang b e l u m menerima kerajaan mereka, artinya belum berdaulat. Mereka itu sepakat menyerahkan kuasa dan kekuatan mereka kepada binatang itu. Artinya, mereka itu bersekutu dalam wadah Perserikatan Bangsa-Bangsa, lalu tunduk dan mengikuti saja pengaruh dunia yang dominan di waktu itu di bawah perempuan sundal besar itu. Hal itu terbukti jelas dari tidak adanya mahkota-mahkota pada tanduk-tanduk binatang itu, sewaktu iaitu ditunggangi oleh perempuan sundal itu. Namun perlu sekali diketahui, bahwa kesepakatan mereka itu akan berlangsung h a n y a selama satu j a m simbolis, selama masa kesusahan besar itu berlangsung. Sesudah itu, "Maka sepuluh tanduk yang engkau saksikan pada binatang itu, sekaliannya ini akan membenci perempuan sundal itu, lalu akan membuatnya sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakar dia dengan api." - Wahyu 17 : 16. Lalu berakhirlah kegiatan perempuan sundal besar itu, serta berakhirlah masa kesusahan besar itu pada akhir masa kasihan yang akan datang. Kemudian daripada itu tujuh bela (tujuh celaka) yang terakhir akan dituangkan Tuhan ke dunia ini. Hamba Tuhan Nyonya White mengingatkan :

 

"Permulaan dari masa kesusahan besar itu ...... bukan dimaksudkan kepada masa sewaktu bela-bela (tujuh bela) itu kelak mulai dituangkan, melainkan kepada suatu jangka waktu pendek sebelum sekaliannya itu dituangkan, selagi Kristus masih bertugas di dalam kaabah kesucian. Pada waktu itu, selagi pekerjaan penyelamatan akan berakhir, kesusahan akan datang menimpa bumi, dan bangsa-bangsa akan marah besar ; namun ditahan sedemikian rupa supaya tidak menghalangi pekerjaan dari malaikat yang ketiga. P a d a  w a k t u  i t u hujan akhir atau penyegar dari hadirat Tuhan akan datang, untuk memberikan kuasa kepada seruan keras dari malaikat yang ketiga, dan mempersiapkan umat kesucian untuk tahan berdiri dalam masa apabila tujuh bela yang terakhir kelak akan dituangkan." - Early Writings, pp. 85, 86.

 

Jadi, jelaslah, bahwa adanya kesepakatan negara-negara yang akan datang untuk tunduk kepada pengaruh dunia yang didominasi oleh Gereja-Gereja Protestan murtad selama s a t u  j a m simbolis itu, akan berlangsung semenjak dari permulaan masa kesusahan besar itu sendiri, sampai kepada akhir masa kasihan yang akan datang. Dengan demikian kata-kata, "satu jam" itu bukanlah dimaksud kepada satu jam nubuatan, melainkan kepada satu jam simbolis, terhitung semenjak dari jam sebelas petang sampai kepada jam dua belas saat matahari masuk, yaitu saat berakhirnya pekerjaan Injil di bumi ini. Jam-jam simbolis inilah yang diucapkan oleh Jesus dalam perumpamaan-Nya di dalam Matius 20 : 1 - 16. Pembahasannya yang lengkap dapat diikuti pada kesempatan yang lain.

 

Selama ditunggangi oleh perempuan sundal besar itu, maka "Binatang bertanduk dua itu akan juga mengatakan kepada mereka yang diam di bumi, agar mereka supaya membuatkan sebuah patung bagi binatang itu,' ....... dan bahwa nubuatan ini akan digenapi apabila Amerika Serikat kelak memaksakan kepatuhan kepada hari Minggu, yang oleh Romawi dinyatakan sebagai pengakuan khusus akan kekuasaannya. Tetapi dalam penyembahan kepada Romawi ini Amerika Serikat t i - d a k  a k a n  b e r t i n d a k   s e n d i r i." - The Great Controversy, pp. 578, 579.

 

"Para pengikut Paus, orang-orang Protestan, dan orang-orang dunia akan sama-sama menyambut bentuk ibadah tanpa kuasa, lalu mereka akan menyaksikan di dalam persatuan ini suatu pergerakan besar bagi   p e r u b a h a n  d u n i a dan pengantaraan masuk seribu tahun millennium yang sudah lama dinanti-nantikan itu."-- The Great Controversy, pp. 588, 589.

 

Artinya, Amerika Serikatlah yang akan menyodorkan konsep perihal pemaksaan kepatuhan kepada hari Minggu itu kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, USA. Lalu dari sanalah akan keluar sejenis "konvensi hukum hari Minggu" untuk diteruskan kepada semua negara anggota untuk diratifikasi/disahkan menjadi Undang-Undang Hukum Hari Minggu. Baharulah UU Hukum Hari Minggu yang sedemikian itu dapat dipaksakan kepada semua rakyat yang membangkang di seluruh dunia yang akan datang.

 

Permasalahannya sekarang adalah : Mengapa hukum hari Minggu itu diciptakan ? Apakah yang sudah sangat mengganggu di dalam masyarakat di seluruh dunia, sehingga dianggap perlu oleh Pemerintah Amerika Serikat untuk ikut menertibkannya melalui sebuah peraturan hukum yang disebut Undang-Undang Hari Minggu itu ? Bahkan apakah yang telah sedemikian rupa mengganggu dan mengacau di dalam masyarakat dunia, sehingga negara-negara yang bersekutu di Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York harus ikut memikirkan penanggulangannya ?

 

 

 

Penyebab keluarnya

 

Undang-Undang Hukum Hari Minggu

 

 

 

Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan : "Sedang diakui di dunia pada waktu ini, bahwa Masehi Advent Hari Ketujuh sedang meniupkan trompet yang tidak menentu, sehingga mereka sendiri sedang ikut berjalan pada jalan orang-orang dunia." - Testimonies to Ministers, p. 86.

 

Kondisi kerohanian sedemikian ini pada pemandangan mata Gereja-Gereja Kristen Babil di luar, sama sekali tidak akan mengganggu mereka. Oleh sebab itu, maka sekiranya kondisi kerohanian yang sedemikian itu masih akan terus berlanjut sampai kepada kedatangan Jesus yang kedua kali, maka mustahil akan terbit sesuatu hukum hari Minggu kelak di bumi ini. Dalam pada itu perlu juga diketahui, bahwa jumlah keanggotaan Gereja MAHK sampai kepada hari ini baharu hanya mencapai kurang lebih 10.000.000 jiwa. Sementara itu hamba Tuhan Nyonya White mengingatkan, bahwa "Sembilan persepuluh bagian dari umat kita, termasuk banyak dari guru-guru dan pendeta-pendeta kita, sudah merasa puas dengan kebenaran-kebenaran yang dangkal." - EGW. Manuscript Releases, vol. 1, p. 38. Berarti baharu hanya 10 persennya (kurang lebih 1 juta jiwa) yang dapat diharapkan mau menggali isi Alkitab itu lebih dalam lagi daripada sebelumnya. Padahal jumlah penduduk bumi sampai kepada hari ini sudah mencapai hampir 8 (delapan) milyard jiwa. Apakah sebenarnya yang telah mendesak perempuan sundal besar itu mempengaruhi binatang yang bertanduk dua atau Amerika Serikat untuk memaksakan penyembahan hari Minggu dalam sejarah yang akan datang ?

 

Gereja dalam kondisi kerohaniannya yang sekarang tidak mungkin dapat berbuat banyak di waktu ini, sebelum terlebih dulu dibersihkan daripada lalang-lalang yang sudah sejak lama telah menajiskannya. Oleh sebab itulah, maka hamba Tuhan mengatakan :

 

"Tuhan akan bekerja menyucikan sidang-Nya. Saya tegaskan dengan serius bagimu, bahwa Tuhan sedang akan membolak-balikkan di dalam lembaga-lembaga yang terpanggil dengan nama-Nya. Berapa cepatnya proses penyucian itu akan dimulai belum dapat saya ucapkan, namun iaitu tidak akan lama lagi tertunda." - Testimonies to Ministers, p. 373.

 

"Adalah terserah pada kitauntuk mengobati semua cacad dalam tabiat, menyucikan kaabah jiwa daripada setiap kotoran. Baharulah hujan akhir itu turun atas kita seperti halnya hujan awal turun atas murid-murid pada hari Pentakosta yang lalu." - Testimony Treasures, vol. 2, p. 69.

 

"Aku tampak bahwa Allah memiliki anak-anak-Nya yang belum melihat dan menyucikan Sabat. Mereka tidak menolak terang yang  menyinarinya.  Maka  pada   p e r m u l a a n dari m a s a k e s u s a h a n itu, kita dipenuhi dengan Rohulkudus sambil keluar memberitakan Sabat dengan lebih sempurna lagi. Ini menimbulkan amarah Gereja-Gereja dan orang-orang penunggu kedatangan Jesus dari faham yang lama, karena mereka tidak dapat menolak kebenaran Sabat. Maka pada waktu itulah semua umat pilihan Allah akan menyaksikan dengan jelas bahwa kita memiliki kebenaran, lalu mereka keluar bergabung bersama kita menghadapi aniaya itu." - Life Sketches, pp. 101, 102.

 

"Di antara semua penduduk bumi yang tercerai-berai di setiap tanah daratan, terdapat orang-orang yang tidak menyembah sujud kepada Baal. Bagaikan bintang-bintang di langit yang muncul hanya di malam hari, jiwa-jiwa yang setia ini akan memancarkan cahaya setelah kegelapan menudungi bumi dan kepekatannya yang gelap menutupi u m a t. Di Afrika yang kapir, di negeri-negeri Eropah dan Amerika Selatan yang beragama Katholik, di Cina, di India, di berbagai pulau di lautan dan di semua penjuru bumi yang gelap, Allah masih memiliki cadangan sebuah pintu sorga bagi orang-orang pilihan yang masih akan memancar keluar cahayanya di tengah-tengah kegelapan, yang meng- ungkapkan dengan jelas kepada sebuah dunia yang murtad akan hal kuasa pengorbanan itu karena kepatuhan mereka kepada hukum-Nya. Bahkan juga di waktu ini mereka sedang muncul keluar di setiap bangsa, di antara setiap bahasa dan umat; maka dalam jam kemurtadan yang tergelap itu, setelah upaya Setan yang terkuat memaksa "semua orang, baik kecil maupun besar, kaya ataupun miskin, orang merdeka ataupun orang yang terbelenggu, untuk menerima di bawah ancaman hukuman mati tanda kesetiaan kepada suatu hari istirahat yang palsu, maka jiwa-jiwa yang setia, yang tidak bersalah dan tidak berbahaya, sebagai anak-anak Allah, tanpa menuduh-nuduh, akan bersinar-sinar bagaikan banyak terang di dunia ini. Makin gelap malam hari, makin cerah mereka itu kelak memancarkan cahayanya." - Prophets and Kings, pp. 188, 189 (dikutip dari buku Evangelism, pp. 706, 707).

 

"Curahan Roh di zaman rasul-rasul dahulu ialah hujan awal, dan gilang gemilang hasilnya. Tetapi hujan akhir yang akan datang akan kelak lebih berlimpah-limpah lagi." - Testimony Treasures, vol. 3, p. 211.

 

Jika dengan hujan awal yang lalu tiga ribu jiwa telah berhasil ditobatkan dalam sehari, maka dengan hujan akhir yang akan datang akan kelak lebih berlimpah-limpah lagi yang ditobatkan. Berjuta-juta orang akan kelak kembali mematuhi Sabat yang benar dari Alkitab. Inilah yang akan menimbulkan amarah Gereja-Gereja Kristen Babil di luar karena mereka akan kehilangan berjuta-juta anggotanya, saudara-saudaranya, handai taulannya, bahkan juga anggota-anggota keluarganya.

 

Inipun akan menimbulkan amarah para petinggi negara-negara di seluruh muka bumi, berikut para pelaksana pemerintahannya, karena akan banyak sekali karyawannya yang biasa bertugas pada hari-hari Sabat, semua mereka itu sudah akan berhenti berbakti kepada Allah pada hari suci-Nya itu.

 

Demikian ini pula yang akan dialami oleh pihak swasta dan masyarakat luas, karena berjuta-juta orang akan berhenti bekerja pada hari Sabat. Orang mungkin akan bertanya : Mengapakah begitu berani mereka memperlihatkan pendiriannya, dibandingkan dengan rata-rata kita dalam menghadapi hal yang sama di waktu ini ? Jawabannya adalah, karena mereka telah memperoleh curahan Roh Suci Hujan Akhir, yang memantapkan mereka itu dalam setiap kebenaran yang diperolehnya. Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

"Dalam masa kesusahan besar itu kita semua melarikan diri dari kota-kota dan kampung-kampung, namun terus dikejar oleh orang-orang jahat, yang memasuki rumah-rumah dari umat kesucian dengan membawa pedang. Mereka mengangkat pedang membunuh kita, tetapi pedang itu patah dan jatuh tak berdaya bagaikan jerami. Kemudian kita semua berseru siang dan malam memohon kelepasan, lalu seruan itu sampai ke hadapan Allah." - Life Sketches, p. 102.

 

 

 

Berapa dekatkah berdirinya Kerajaan itu ?

 

 

 

Tahun berdirinya kerajaan Daud yang akan datang akan ditandai oleh kedatangan Jesus sendiri di gunung Sion di Palestina, sesuai yang telah dinubuatkan oleh Yahya Pewahyu di dalam Wahyu 14 : 1, yang berbunyi : "Maka aku tampak tiba-tiba seekor Anak Domba berdiri di gunung Sion, dan bersama-sama dengan-Nya mereka yang 144.000 itu ..."

 

Nabi Maleakhi juga menubuatkannya pada bukunya Maleakhi 3 : 1 sebagai berikut : "Bahwasanya Aku akan mengirim utusan-Ku, dan ia akan mempersiapkan jalan mendahului-Ku; lalu Tuhan yang kamu cari itu akan secara tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian itu yang kamu senangi. Bahwasanya, Ia akan datang, demikianlah firman Tuhan."

 

Kedatangan Jesus yang dinubuatkan di atas ini sekali-kali bukan di maksudkan kepada kedatangan-Nya yang kedua kali yang akan datang, sebab pada kedatangan-Nya yang kedua kali Jesus tidak sampai menjejakkan kakinya di tanah. Padahal pada kedatangan-Nya yang dinubuatkan di atas ini, Ia akan berdiri bersama-sama dengan mereka 144.000 Israel akhir zaman itu di gunung Sion di Palestina.

 

Karena berdirinya kerajaan Daud itu akan sama dengan terbentuknya umat Israel pilihan yang 144.000 itu, maka hendaknya sudah dapat dimengerti, bahwa berdirinya Jesus di Gunung Sion yang akan datang tak dapat tiada membuktikan peresmian berdirinya kerajaan itu di sana.

 

Sebagaimana telah dinubuatkan, bahwa kedatangan-Nya itu adalah secara tiba-tiba, maka tahun kedatangan yang pasti dari kedatangan itu tak mungkin diberitahukan kepada kita. Itulah yang dikatakan oleh hamba Tuhan Nyonya White berikut ini :

 

"Kita tidak akan mengetahui w a k t u yang t e p a t, baik mengenai penuangan Roh Suci (Hujan Akhir) itu maupun mengenai kedatangan Kristus (di gunung Sion)." - Review and Herald, March 22, 1892.

 

Perhatian : Penuangan Roh Suci Hujan Akhir itu terjadi hanya beberapa waktu sekembali Jesus dari gunung Sion ke tempat tugasnya di depan medzbah keemasan di dalam kaabah kesucian di sorga. Bacalah Wahyu 8 : 1 - 5.

 

Tahun penuangan Roh Suci Hujan Akhir yang akan datang akan s a m a dengan tahun kedatangan Jesus di gunung Sion, Palestina, sebab segera setelah meresmikan berdirinya Kerajaan Daud dengan mereka 144.000 itu sebagai warga kerajaanNya yang pertama, Dia sudah harus kembali ke depan medzbah keemasan di sorga untuk memulai kembali tugas-Nya sebagai Imam Besar di dalam kaabah kesucian sampai kepada akhir masa kasihan yang akan datang.

 

Sekalipun tahun kedatangan Jesus di Palestina itu masih belum juga diberitahukan kepada hamba-Nya Nyonya Ellen G. White, namun     sesudah hamba Tuhan Houteff dengan pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu datang bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White, maka terungkaplah sudah w a k t u yang t e p a t dari berdirinya kerajaan itu berikut waktu penuangan Roh Suci Hujan Akhir yang akan datang sebagai berikut :

 

"Sidang di zaman Kristus telah bertekad untuk mendirikan kerajaan pada masa itu, sewaktu b e l u m semua orang bersedia untuk itu. Sidang d i w a k t u i n i bertekad b u k a n untuk mendirikannya sekarang, sewaktu akhir dari segala perkara sudah dekat (1 Petrus 4 : 7), ---- sewaktu akhir dari segala perkara sudah dekat." - Gunung Sion pada Jam Kesebelas, hal. 73 (Bahasa Inggris).

 

"Orang-orang Yahudi menghendaki sebuah kerajaannya sendiri, yaitu sebuah kerajaan dari dunia ini (orang-orang suci dan orang-orang berdosa di dalamnya). Mereka menghendaki sebuah kerajaan di bumi, bukan di dalam sorga. Apalagi mereka menghendakinya 2.000 (dua ribu) tahun lebih cepat daripada yang direncanakan. Ironisnya dalam masa pendirian kembali kerajaan itu sekarang ini, ORGANISASI mengambil sikap sebaliknya : Ia menghendaki sebuah kerajaan di dalam sorga, bukan di bumi." - Timely Greetings, vol. 1, No. 15, p. 20.

 

Artinya, sekiranya kita dapat mengetahui dengan tepat t a h u n dimana orang-orang Jahudi di zaman Kristus yang lalu begitu serius menghendaki berdirinya kerajaan mereka sendiri, yaitu sebuah kerajaan dari dunia ini dengan orang-orang suci dan orang-orang berdosa di dalamnya, maka 2.000 (dua ribu) tahun s e s u d a h tahun itulah kerajaan Daud itu sudah akan berdiri di Palestina.

 

Pada buku "PERISTIWA-PERISTIWA BESAR DAN PENTING DI AKHIR ZAMAN, HAL. 175 telah dibuktikan dengan jelas, bahwa masa kasihan atau kesempatan bertobat bagi seluruh penduduk bumi ini akan kelak berakhir pada tahun 2031 yang akan datang. Ini berarti berdirinya Kerajaan Daud itu harus sudah terlaksana s e b e l u m tahun 2031 yang akan datang. Berapa dekatnya peristiwa itu yang sebenarnya, kita ikuti penjelasannya dari hamba Tuhan Nyonya White sebagai berikut :

 

"Sewaktu Anak Manusia dalam kemenangan-Nya mengendarai (seekor keledai) memasuki Jerusalem, mereka (orang-orang Yahudi) menghen-     daki DIA supaya dinobatkan sebagai r a j a. Orang banyak itu berkerumun datang dari semua daerah sekeliling, lalu berseru dan berteriak : "H o s a n a h bagi P u t e r a D a u d !" Matius 21 : 9." --- Life Sketches, p. 62.

 

Setiap umat Kristen tahu dan memahami, bahwa peristiwa yang diucapkan hamba Tuhan di atas itu terjadi sesudah Jesus di baptis di tangan Yahya. Yahya sendiri yang telah mempromosikan Kristus kepada seluruh bangsa Yahudi sejak dari baptisan-Nya itu, sebagai r a j a mereka yang telah datang untuk mendirikan kerajaan yang sangat didamba-dambakan mereka itu. Karena peristiwa yang sangat bersejarah itu terjadi dalam tahun 27 tarikh Masehi yang lalu, beberapa saat setelah baptisan-Nya, maka tahun berdirinya kerajaan Daud yang akan datang kiranya sudah dapat diperkirakan sejak sekarang.

 

Karena saya b u k a n seorang hamba Allah yang bergelar nabi, dan karena saya juga tidak memperoleh otoritas apapun dari Kristus untuk menjadi penentu waktu (an authorized time setter), maka berlandaskan pada kebenaran dari ROH NUBUATAN itu juga, saya dengan ini menegaskan kepada semua, bahwa kerajaan Daud itu akan segera berdiri di Palestina dalam tahun 2027 atau 2028 yang akan datang.

 

Saudara ! Manfaatkanlah semua akal sehat kita selagi kita masih dapat berpikir, agar jangan peristiwa yang sangat berbahagia itu kelak berbalik menjadi bencana besar, karena ingatlah bahwa sesal kemudian tidak akan ada gunanya.

 

Permasalahan penetapan waktu tahun 2027 atau 2028 sebagai tahun berdirinya kerajaan Daud di Palestina yang akan datang, adalah bukan upaya seseorang semata, sebab kedua nabi akhir zaman itu : Hamba-hamba Tuhan Nyonya White dan Sdr. Victor T. Houteff telah ikut terlibat di dalamnya, maka hasil penghitungan tahun -tahun di atas tak mungkin lagi dapat dibantah.

 

                                              

 

* * * *

 

Home page    |    About us    |    Article List    |    Links    |    Contacts

Copyright © 2014 Sabat-HariKeTujuh.org - All rights reserved.